kita sebut gadis ini bernama ana dan sang pria bernama adi.
Suatu weekend, adi mengajak ana untuk pulang kampung ke rumahnya. Setibanya di sana ana disambut dengan ibunya adi yang begitu ramah. Tapi tidak lama kemudian ibunya pergi karena ada acara. Mereka berdua di rumah sambil ngobrol, nonton dan makan. Adi juga menunjukkan dan menceritakan tentang lingkungan sekitarnya. Bisa dibillang ana ini merupakan seorang gadis yang hidup dengan berkecukupan. Setelah makan adi menaruh piring dan alat makan lainnya di dapur tanpa dicuci, dengan sungkan ana bilang “aku cuciin iah”. Adi pun tidak mengizinkan untuk ana menyuci alat makan yang kotor itu. Tiba saatnya mas dari adi ini datang dengan ibunya. Masnya kelaperan, sehingga masuk lalu menyapa dan langsung makan. Setiba di dapur melihat alat makan yang kotor menumpuk di cucian, masnya berkata “siapa yang habis makan ko piringnya gak dicuci rek”. Ana merasa tersindir tetapi Adi mengacuhkan kalimat itu. Akhirnya ana pergi ke dapur dan mencuci alat makan yang sudah digunakan tadi “sini mas aku yang cuci aja”. Masnya hanya tersenyum “nah gitu dunk”. Tak lama kemudian ibu memanggil “ayo berdoa”, ana bingung maksudnya berdoa apa ? kan sudah selesai makan. Ternyata mereka ingin sembahyang bersama di suatu tempat. Disitu ada adi, mas, ibu, bapak dan ada seorang pakdhe yang dateng “ini punyanya siapa?”. Masnya berkata “ini loh pakdhe, anak satu ini”. Ana disitu hanya duduk manis dan tersenyum. Ketika mereka semua sudah selesai, si bapak bilang “kamu ko mau toh sama dia?”. Ana gak bisa jawab dan digoda sama masnya yang sebetulnya ramah dan baik hati.
Posted with WordPress for BlackBerry.